Ternyata Seperti Ini Sifat Asli Jack Ma di Mata Orang Dekat


Duncan Clark adalah salah satu orang yang dekat dengan Jack Ma, pentolan teknologi yang kini sedang bungkam usai mengkritik sistem keuangan di China. Ia adalah penulis buku best seller tentang Ma berjudul Alibaba: The House That Jack Ma Built.

Duncan bertemu Ma pertama kali di apartemen sang pendiri Alibaba pada tahun 1999. Waktu itu, Ma masih belum kaya, belum terkenal. Duncan pun menjadi penasihat awal bagi Alibaba dengan pengalamannya yang luas soal entrepreneurship. Berikut petikan wawancara dengan Duncan beberapa waktu yang lalu mengenai sosok Jack Ma, dikutip detikINET dari Heleo.

Seperti apa seorang Jack Ma?

Ambisinya selalu sangat besar. Tapi entah bagaimana, pesona pribadinya, selera humor dan senang merendahkan diri membuatnya berbeda dari sosok lain yang suka bicara besar, tapi terlihat jelas hanya ingin pamer dan melebihi yang lain.

Dia adalah kombinasi tak biasa antara ambisi dan rendah hati, dipadu latar belakangnya sebagai orang yang suka membuat pertunjukan. Orang tuanya adalah pekerja seni pertunjukan serta dia pernah menjadi guru dan tour guide.

Jadi lucu melihatnya berada di event-event besar. Misalnya saat aku melihatnya di panggung bersama Victoria Beckham dan Scarlett Johansson, pokoknya lucu. Tapi dia adalah seorang performer dan dia tahu audiensnya.

Bagaimana dia di mata pegawainya? Apa mereka diminta bekerja terlalu keras?

Aku berbicara dengan orang yang meninggalkan perusahaan, termasuk satu yang dipecat bernama Daniel Wei. Anehnya, mereka tak berkata buruk tentang dia. Dalam beberapa kasus, Jack Ma tetap berhubungan dengan orang yang harus ia pecat pada era dot com crash.

Benar bahwa dia memang berharap orang-orangnya bekerja keras. Tapi dia juga menebar banyak hal yang fun pada budaya perusahaan. Anda akan mendapat kesan itu saat ke Alibaba.

Apa kelemahan utama seorang Jack Ma?

Anehnya adalah kemurahan hatinya. Betapa banyak yang dia berikan, dulu misalnya ke investor Goldman dan kemudian Softbank. Dia cukup murah hati memberikan banyak hal. Mungkin ada yang disesali Jack Ma soal itu. Misalnya karena sudah berbagi banyak saham, dia frustrasi karena tidak bisa memberikannya lagi ke orang kunci di perusahaan.

Dia sebenarnya juga tidak terlalu ingin jadi wajah perusahaan. Dia turun dari posisi CEO, tapi tak seorang pun bicara soal Daniel Zhang, CEO baru. Seperti halnya Steve Jobs identik dengan Apple, Jack Ma adalah Alibaba.

Artikel ini telah tayang di : InetDetik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel