TV Analog Dimatikan & Hubungannya Dengan Internet Cepat RI


Siaran TV Analog yang ada mengguna frekuensi 700 MHz. Ternyata frekuensi itu sangat cocok untuk layanan internet cepat yang sayangnya dihabiskan oleh siaran tv analog.
Pemerintah sendiri melakukan program Analog Switch Off atau ASO. Dimana salah satu dampaknya adalah pada kualitas internet di Indonesia.

"Salah satu hambatan internet cepat adalah ketiadaan frekuensi, karena frekuensinya dipakai dengan sangat boros oleh penyiaran analog," Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli dalam Webinar Sosialisasi TV Digital 2021, dikutip Jumat (23/7/2021).

Dia mengatakan dengan beralihnya siaran ke digital maka akan ada penghematan sejumlah frekuensi atau digital dividen. Nantinya dapat dialokasikan untuk kepentingan lain yakni menyediakan layanan internet.

Sebagai informasi, saat siaran analog migrasi ke digital ada digital digital dividen sebesar 112Mhz.

"Sehingga kalau penyiaran analog beralih ke digital akan dihemat sejumlah frekuensi yang kita namakan digital dividen. Itu bisa digunakan untuk kepentingan internet," kata dia.

Ramli mengatakan dampak ASO adalah adanya internet cepat dan pemerataan internet. Jadi saat ASO dilaksanakan akan ada dua hal yang dikerjakan yaitu migrasi analog ke digital serta pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Pada daerah 3T akan diprioritaskan untuk pembangunan BTS atau Base Transceiver Station. Pembangunan akan dilakukan mulai tahun ini.

Selain itu, program ASO juga akan bermanfaat bagi negara tetangga. Sebab negara sekitar Indonesia protes karena spektrum frekuensinya terganggu akibat masih ada siaran TV analog.

"ASO akan sangat baik untuk negara tetangga. Negara tetangga banyak yang protes karena dianggap terganggu spektrum frekuensinya oleh siaran TV dari negara yang belum beralih ke digital," kata Ramli.

Artikel ini telah tayang di : CNBCIndonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel