Ketika ponsel hilang, maka semua data dalam ponsel tersebut juga berpotensi disalahgunakan oleh orang lain, termasuk akun WhatsApp.

Terdapat sejumlah cara buat mengamankan akun WhatsApp jika ponsel hilang atau dicuri.

Beberapa pengguna aplikasi WhatsApp tentu khawatir dan bingung tentang bagaimana cara mengamankan akun WhatsApp ketika smartphone milik mereka raib. Namun demikian, pengguna tidak perlu panik karena akun WhatsApp masih bisa diamankan.

Seperti dilansir situs resmi WhatsApp, ketika ponsel pengguna hilang atau dicuri maka WhatsApp akan membantu mengamankan akun pengguna sehingga tidak dipergunakan atau disalahgunakan oleh orang lain.

"Jika telepon Anda hilang atau dicuri, kami dapat membantu memastikan bahwa orang lain tidak dapat menggunakan akun WhatsApp Anda," tulis WhatsApp pada situs resminya.

Adapun cara untuk mengamankan akun WhatsApp jika ponsel hilang atau dicuri adalah sebagai berikut.

Pertama, blokir kartu SIM. Pengguna harus dapat menghubungi penyedia layanan seluler yang digunakan sesegera mungkin untuk memblokir kartu SIM.

Dengan memblokir kartu SIM, orang lain tidak akan dapat memverifikasi akun pengguna pada telepon tersebut. Karena untuk melakukan proses verifikasi, telepon harus dapat menerima pesan pendek (SMS) ataupun panggilan.

Selanjutnya, pengguna dapat mengirimi pihak WhatsApp e-mail dengan menyertakan kalimat berikut "Hilang/Dicuri: Mohon nonaktifkan akun saya" pada bagian badan e-mail.

Selain itu, sertakan juga nomor telepon pengguna dalam format internasional lengkap dengan cara memasukkan tanda tambah (+) dibarengi kode negara, kemudian diikuti dengan nomor telepon lengkap.

Kode negara merupakan awalan numerik yang perlu dimasukkan sebelum nomor telepon nasional lengkap untuk melakukan panggilan ke negara lain. Pengguna dapat mencari secara daring untuk menemukan kode negara yang diperlukan. Untuk Indonesia kode negara yang diterapkan adalah "62".

Selanjutnya, pengguna dapat menggunakan kartu SIM baru dengan nomor telepon yang sama untuk mengaktifkan kembali akun WhatsApp miliknya pada telepon baru. WhatsApp hanya dapat diaktifkan dengan satu nomor telepon pada satu perangkat di waktu yang bersamaan.

Setelah akun dinonaktifkan, akun tidak sepenuhnya terhapus. Kontak pengguna tetap dapat melihat profil pengguna. Kontak pengguna juga tetap dapat mengirim pesan kepada pengguna, yang akan berada dalam status tertunda selama 30 hari.

Selain itu, Jika pengguna mengaktifkan kembali akun miliknya sebelum akun tersebut dihapus dari sistem WhatsApp, pengguna akan menerima pesan yang tertunda pada telepon yang baru dan pengguna akan tetap berada di grup chat mereka.

Cara Amankan Akun WhatsApp Jika Ponsel Hilang atau Dicuri


Centang biru adalah fitur yang dibuat WhatsApp sebagai tanda bahwa pesan telah terbaca.
Fitur ini dianggap penting bagi sebagian orang. Sementara sebagian besar lainnya menganggap centang biru mengganggu privasi. Berikut cara membaca pesan WhatsApp tanpa ketahuan.

Tanda centang di WhatsApp memiliki beberapa arti. Centang satu pada WhatsApp menandakan pesan telah terkirim ke nomor tujuan, namun pesan tidak masuk atau diterima oleh nomor tujuan. Biasanya, hal itu disebabkan oleh kondisi jaringan internet atau nomor WhatsApp Anda telah diblokir.

Sementara itu, tanda centang dua berwarna abu-abu menandakan pesan berhasil terkirim atau tersampaikan ke telepon penerima, namun belum terbaca.

Akan tetapi, tidak selalu centang dua abu-abu menandakan pesan belum terbaca, jika fitur sembunyikan centang aktif, maka centang akan tetap berwarna abu-abu sekalipun pesan telah dibaca. Sementara centang dua berwarna biru menandakan pesan diterima dan telah dibaca.

Cara Menyembunyikan Tanda Dua Centang Biru di WhatsApp

Membaca pesan WhatsApp tanpa ketahuan bisa dilakukan dengan menyembunyikan tanda dua centang biru. Caranya tak sulit, Anda bisa melakukannya dari menu pengaturan WhatsApp, berikut ini:

- Buka WhatsApp
- Ketuk ikon tiga titik vertikal di pojok kanan layar ponsel
- Pilih opsi Setelan
- Kemudian masuk ke menu Akun
- Selanjutnya pilih opsi Privasi
- Ketuk opsi Matikan Laporan dibaca
- Tanda centang biru berhasil disembunyikan.

Merujuk WhatsApp, tanda centang biru tetap dapat terlihat saat Anda membaca pesan di dalam grup atau mengunduh pesan suara yang dikirimkan secara personal.

Kendati demikian, ada cara lain membaca pesan tanpa perlu membuka WhatsApp. Caranya adalah dengan memunculkan notifikasi berupa pop-up pesan pada layar ponsel. Fitur pop-up notifikasi WhatsApp harus terlebih dahulu diubah pada menu setelan WhatsApp.

Cara Mengaktifkan Notifikasi Pop-up di Aplikasi WhatsApp

- Buka WhatsApp
- Ketuk ikon tiga titik vertikal di pojok kanan atas
- Pilih opsi menu Setelan atau Setting
- Pilih opsi Notifikasi
- Pilih opsi Notifikasi pop-up yang diinginkan (Anda akan menemukan beberapa pilihan yakni, notifikasi pesan, grup, panggilan, nada dering, dan getaran).

Jika setelah mengaktifkannya, notifikasi tidak juga muncul di layar telepon, Anda bisa mencoba cara lainnya.

Cara Mengaktifkan Notifikasi Pop-up di Pengaturan Telepon

- Buka menu Setting atau Pengaturan
- Gulir layar hingga menemukan opsi Notifikasi dan Status Bar
- Ketuk toggle bar untuk mengaktifkan notifikasi pop-up. Toggle aktif ditandai dengan warna biru atau hijau. Jika toggle berwarna abu-abu, toggle tersebut dalam kondisi mati atau off.

Itu lah cara membaca pesan WhatsApp tanpa ketahuan. Selamat mencoba.

Cara Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Ketahuan


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjamin keamanan data PeduliLindungi yang segera terintegrasi dengan aplikasi lainnya karena data yang dibagikan telah terenkripsi dan terlindungi secara hukum.

"Jadi kita memastikan data yang di-sharing ke mereka itu adalah data yang terenkripsi dan kemudian secara hukum juga terlindungi," kata Setiaji, Chief Digital Transformation Office Kemenkes kepada CNNIndonesia, Senin (27/9).

Kemenkes berencana membuka akses agar pengguna tak perlu memasang (install) aplikasi PeduliLindungi secara terpisah, sehingga fitur-fiturnya bisa dibuka di 11 aplikasi lain mulai Oktober.

Setiaji juga mengatakan sebelum melakukan integrasi, pihaknya telah melakukan pakta integritas. Ia juga menekankan mitra aplikasi tidak akan menyimpan data dari PeduliLindungi, apabila dilakukan disebut akan ditindaklanjuti.

"Jadi dapat dipastikan, secara sistem, bahwa mereka tidak menyimpan datanya, kalaupun menyimpan hanya token yang tidak dibaca ini nama siapa, individu siapa gitu," kata Setiaji.

"Secara regulasi kita atur di dalam pakta integritas juga," tambahnya.

Untuk skema pengintegrasi aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi lain, Setiaji menjelaskan pada dasarnya mitra aplikasi tidak akan menerima keseluruhan data pribadi milik pengguna yang ada di PeduliLindungi.

Sebaliknya, informasi yang ada di aplikasi mitra malah akan dikirimkan ke sistem PeduliLindungi untuk mengecek status orang yang bersangkutan. Data yang dikirimkan juga dikatakan sudah terenkripsi.

Ketika melakukan pemindaian QR-Code di area publik menggunakan aplikasi lain yang sudah terintegrasi dengan PeduliLindungi, pengguna akan mendapat informasi terkait status dirinya apakah diperbolehkan masuk atau tidak.

"Data status itu lah yang kita kirim, apakah merah, kuning, atau pun hijau dan hitam. Jadi modelnya gitu, skemanya kita membagikan API [Application Programming Interface] yang kita enkripsi yang hanya bisa dibaca oleh aplikasi yang bekerja sama dengan sistem kami," tutur Setiaji.

Lebih lanjut Setiaji mengatakan jika terdapat kebocoran data pada aplikasi yang telah terintegrasi dengan PeduliLindungi maka pihaknya akan memutus API yang telah terhubung pada platform yang bersangkutan.

"Jika ada hal tersebut maka pertama kita akan putuskan API yang telah kita berikan pada masing-masing platform tadi, dan kemudian kalau memang terdapat kebocoran dari mereka itu yang nanti harus ditindak lanjuti dari peraturan yang lain," katanya.

Sebelumnya, Kemenkes berencana membuka akses agar pengguna tak perlu menginstal aplikasi PeduliLindungi secara terpisah, sehingga fitur-fiturnya bisa dibuka dan terintegrasi di 11 aplikasi lain mulai Oktober.

Sebanyak 11 aplikasi yang terintegrasi adalah:

Gojek
Grab
Tokopedia
Tiket.com
DANA
Livin' by Mandiri
Traveloka
Cinema XXI
LinkAja!
GOERS
JAKI

Setiaji menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan sejumlah aplikasi agar fitur-fitur di PeduliLindungi bisa digunakan di aplikasi-aplikasi tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi, berkolaborasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, bahkan pemerintah DKI [dengan JAKI], jadi tidak harus menggunakan PeduliLindungi, tapi anda bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi," jelasnya, Jumat (24/9) lalu.

Dia juga menerangkan, langkah ini dilakukan pihaknya untuk menjawab keluhan masyarakat yang tidak bisa memasang PeduliLindungi di telepon selulernya.

"Nah ini menjawab tadi kalau ada orang punya handphone terus aplikasi enggak mau instal PeduliLindungi, nah bisa menggunakan ini," ujar Setiaji.

Baca artikel CNN Indonesia

Pemerintah Jamin Data PeduliLindungi di 11 Aplikasi Lain


Whatsapp baru-baru ini mengembangkan serangkaian fitur baru untuk mengakomodasi kebutuhan penggunanya. Fitur tersebut di antaranya transkripsi pada pesan suara, sistem report pada pesan spesifik, dan yang terbaru adalah cashback untuk pengguna Android.

Dilansir dari Wabetainfo, pada Agustus lalu WhatsApp sudah memperkenalkan fitur pembayaran melalui kolom chat untuk mempermudah pengguna dalam melakukan transaksi yang diberi nama WhatsApp Payments.

WhatsApp Payments ditawarkan oleh aplikasi pesan instan ini sebagai sebuah cara aman dan mudah untuk mengirim uang. Fitur tersebut dikabarkan hadir untuk pengguna yang berada di India dan Brasil yang sudah menggunakan Whatsapp beta versi 2.21.17 untuk Android.

Saat ini Whatsapp dikabarkan sedang mengembangkan fitur cashback untuk melengkapi fitur pembayaran tersebut. Cashback ini dikabarkan akan masuk ke ponsel pengguna 48 jam setelah transaksi melalui WhatsApp Payments.

Dilansir dari Sammobile, cashback yang akan diterima pengguna adalah 10 INR atau sekitar Rp1,934.

Nominal tersebut sangat kecil, namun tidak menutup kemungkinan skema pemberian cashback akan berubah-ubah sesuai promosi yang dilakukan pihak WhatsApp untuk menarik minat pengguna pada WhatsApp Payments.

Fitur cashback saat ini masih dalam pengembangan oleh pihak WhatsApp dan baru bisa dicoba pada WhatsApp beta versi 2.21.20.3.

Selain itu belum ada keterangan resmi mengenai kapan fitur ini akan dirilis ke publik. Sebuah fitur beta biasanya akan bisa digunakan oleh pengguna secara luas dalam beberapa minggu sejak dilakukan diperkenalkan.

Baca artikel CNN Indonesia

WhatsApp Punya Fitur Cashback, Setiap Transaksi Dapat Uang


WhatsApp kini bisa digunakan meski smartphone yang kamu gunakan kehabisan kuota internet bahkan ponsel kamu mati karena kehabisan baterai. Ini karena adanya fitur Multi-device (multi-perangkat).

Dengan fitur Multi-device maka kamu bisa memakai WhatsApp pada empat perangkat sekaligus meski ponsel tak terhubung dengan internet. Fitur ini dalam tahap uji coba beta version terbuka. Artinya semua pengguna bisa mendaftar untuk ikutan mencobanya.

Biasanya WhatsApp bisa beroperasi bila perangkat utama, yaitu smartphone hidup dan terkoneksi dengan internet. Namun nantinya semua perangkat yang sudah terdaftar untuk menjalankan akun WhatsApp bisa mengirimkan pesan meski smartphone dalam kondisi mati.

"Dengan kemampuan baru ini Anda sekarang bisa menggunakan WhatsApp di ponsel dan hingga 4 perangkat non ponsel lain secara bersamaan, bahkan jika baterai ponsel mati," kata laman Engineering Facebook dikutip Senin (27/9/2021).

Dalam laman Faq, WhatsApp mengatakan syarat menggunakan program beta. Yakni pengguna aplikasi WhatsApp dan WhatsApp business Beta yang menggunakan WhatsApp Beta baik dari Android dan iPhone.

Agar bisa menggunakannya, pastikan juga WhatsApp berada dalam versi terbaru. Setelah sudah bergabung dengan Multidevice beta, pengguna harus menautkan perangkat pendamping.

Pada Android, cara bergabung dengan program beta adalah dengan membuka aplikasi lalu tekan menu Opsi atau ikon tiga titik. Setelah itu klik menu Perangkat tertaut atau 'Linked Devices' dan tekan Beta Multi perangkat (Multi-device beta) dan pilih 'join now'

Apabila ingin keluar, ulang cara di atas hingga Beta Multi perangkat, dan lanjutkan dengan klik Keluar dari Beta.

Sementara itu, pada iOS dengan membuka pengaturan dan klik Perangkat Tertaut (Linked Devices) lalu lik Beta multi perangkat atau Multi-device beta. Selanjutnya masuk Gabung ke Beta.

Untuk keluar, tetap ulang cara tersebut dan setelah berada di Beta Multi-perangkat tekan klik Keluar dari Beta.

Facebook juga menegaskan pihaknya tetap memastikan keamanan dan privasi pengguna dalam fitur baru ini. Yakni lewat end-to-end encryption yang telah digunakan platform sebelumnya.

"Yang penting kami telah mengembangkan teknologi baru untuk mempertahankan end-to-end encryption sambil tetap mengelola sinkronisasi data Anda seperti nama kontak, arsip obrolan, pesan berbintang dan banyak lagi di seluruh perangkat," ungkap Facebook.

Cara Pakai WhatsApp Meski HP Tanpa Internet dan Kuota Habis


Pemerintah sedang melakukan pembangunan masif infrastruktur digital di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate saat upacara peringatan Hari Bhakti Postel ke-76 pada Senin (27/9/2021).

Dia mengungkapkan infrastruktur digital yang merata adalah fondasi utama. Yakni untuk mewujudkan Indonesia untuk makin terkoneksi secara digital.

"Kebutuhan masyarakat dan karakteristik geografis Indonesia yang beragam menjadi pertimbangan Pemerintah untuk mewujudkan konektivitas digital di seluruh penjuru Nusantara, khususnya di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T)," kata Johnny.

Dia menyebut beberapa proyek pembangunan infrastruktur masif yang tengah dilakukan pemerintah. Misalnya pemerataan infrastruktur 4G lewat penggelaran stasiun pemancar sinyal atau base transceiver station (BTS) di wilayah 3T.

Selain itu pemerintah juga melakukan peningkatan kapasitas jaringan satelit dan peluncuran Satelit Republik Indonesia I atau Satria I. Adapula migrasi penyiaran televisi analog ke digital serta peluncuran jaringan 5G yang dilakukan secara bertahap untuk bisa beroperasi komersial di dalam negeri.

"Melalui berbagai upaya pengembangan infrastruktur digital, diharapkan transformasi digital nasional dapat memperkecil disparitas digital dan meningkatkan internet ratio link," ungkapnya.

Infrastruktur digital sendiri merupakan salah satu sektor yang diupayakan dalam Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Selain itu ada juga pemerintah digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

Khusus untuk ekonomi digital, Johnny menyebut dengan total 202,6 juta pengguna internet, aktivitas masyarakat dan transaksi ekonomi menunjukkan potensi yang begitu besar.

Bahkan pendapatan transaksi di e-commerce juga mengalami peningkatan. Mengutip laporan pihak Bank Indonesia, Johnny mengatakan diproyeksikan tahun ini transaksi digital di sejumlah platform e-commerce akan mencapai Rp 337 triliun atau bertumbuh 33% dari 2020.

"Demi menciptakan ekosistem digital yang inklusif, terus dilakukan guna memfasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM/UMi) untuk turut serta ke dalam pasar ekonomi digital, melalui UMKM Digital On Board serta dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)," jelas Johnny.


Cara Menkominfo Johnny Plate Hadirkan Internet Cepat di RI


Badan Cybersecurity Indian Computer Emergency Response Team (CERT-In) telah merilis peringatan bagi pengguna mobile banking. CERT-In menemukan malware, mobile banking Android baru disebut Drinik yang sebelumnya digunakan sekitar 5 tahun yang lalu untuk mencuri SMS.

Baru-baru ini telah berkembang menjadi trojan perbankan yang memungkinkan phising dan membujuk pengguna untuk memasukkan informasi perbankan yang sensitif. Menurut badan keamanan siber pemerintah, pelanggan lebih dari 27 bank India termasuk bank sektor publik dan swasta besar telah menjadi sasaran penyerang yang menggunakan malware ini. 

Dilansir dari Live Mint, cara kerja Malware baru ini yakni, korban menerima SMS yang berisi tautan ke situs web phising yang mirip dengan situs web Departemen Pajak Penghasilan, Pemerintah India. Pengguna diminta untuk memasukkan informasi pribadi dan mengunduh serta menginstal file APK berbahaya untuk menyelesaikan verifikasi.

Aplikasi Android berbahaya ini menyamar sebagai aplikasi Departemen Pajak Penghasilan. Setelah instalasi, aplikasi meminta pengguna untuk memberikan izin yang diperlukan seperti SMS, log panggilan, kontak, dan yang lainnya.

Jika pengguna tidak memasukkan informasi apa pun di situs web, layar yang sama dengan formulir ditampilkan di aplikasi android dan pengguna diminta untuk mengisi untuk melanjutkan. Data tersebut meliputi nama lengkap, PAN, alamat, tanggal lahir, nomor ponsel, alamat email dan rincian keuangan seperti nomor rekening, kode IFS, nomor CIF, nomor kartu debit, tanggal kedaluwarsa, CVV dan PIN.

Setelah rincian ini dimasukkan oleh pengguna, aplikasi menyatakan bahwa ada jumlah pengembalian dana yang dapat ditransfer ke rekening bank pengguna. Ketika pengguna memasukkan jumlah dan mengklik 'Transfer', aplikasi menunjukkan kesalahan dan menunjukkan layar pembaruan palsu.

Kemudian, saat layar untuk menginstal pembaruan ditampilkan, Trojan di backend mengirimkan detail pengguna termasuk SMS dan log panggilan ke mesin penyerang. Detail ini kemudian digunakan untuk membuat layar mobile banking khusus bank dan menampilkannya di perangkat pengguna. Pengguna kemudian diminta untuk memasukkan kredensial mobile banking yang ditangkap oleh malware ini.

Awas! Malware Incar Mobile Banking, Siap Rampok Rekening Bank


Chrome memiliki kerentanan yang mengancam lebih dari 2 miliar penggunanya. Informasi ini berasal dari Google, yang mengunggah informasi celah keamanan itu pada blog resminya.
Chrome saat ini digunakan 2,65 miliar yang berarti merupakan target sangat besar untuk peretas lewat celah keamanan ini.

Pihak perusahaan mengungkapkan adanya eksploitasi 'zero day' ke-11 Chrome tahun ini. Kerentanan dengan kode CVE-2021-37973 mempengaruhi pengguna Linux, macOS dan Windows.

Klasifikasi 'zero day' artinya peretas telah bisa mengeksploitasi kerentanan sebelum Google merilis perbaikannya. Artinya ini jauh lebih berbahaya dari kebanyakan kelemahan keamanan.

Google telah mengonfirmasi hal tersebut dan menambahkan 'sadar bahwa eksploitasi untuk CVE-2021-37973 ada di alam liar, dikutip dari Forbes, Senin (27/9/2021).

Namun Google juga merahasiakan detail soal CVE-2021-37973. Alasannya adalah dalam rangka upaya melindungi pengguna serta memberi mereka waktu untuk melakukan upgrade.

Zero-day terbaru merupakan kerentanan 'USe-After-Free' (UAF) lainnnya. Forbes mencatat ini menjadi jalan bermanfaat untuk para peretas dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya pada bulan September saja, 10 kerentanan berperingkat tinggi UAF Chrome.

Sebagai informasi, kerentanan UAF merupakan eksploitasi memori, dimana program gagal untuk menghapus penunjuk ke memori setelah dibebaskan.

Google juga telah menanggapi masalah ini dengan meluncurkan perbaikan kritis. Raksasa teknologi itu juga menyebut semua pengguna akan mendapatkannya dalam waktu bersamaan.

Sebelum itu untuk mengecek apakah Chrome kamu terlindungi, adalah dengan masuk ke Settings > Help > About Google. Jika yang tertera adalah Chrome versi 94.0.4606.61 atau lebih tinggi, artinya kamu aman.

Jika update belum tersedia untuk browser, maka tetap mengeceknya secara teratur pada versi terbaru. Apabila bisa mengupdate, ingat Chrome harus di-restart untuk menerapkan perbaikan.


Duh! 2 Miliar Pengguna Google Chrome Terancam Dirampok Hacker


Hari kemarin (27/9/2021) Google merayakan ulang tahun ke-23. Google Doodle pun merayakannya dengan menampilkan animasi kue tart. Dari perayaan ini ada kisah menginspirasi dari CEO Google Sundar Pichai.

Sundar Pichai sudah 15 tahun memimpin Google dan sejak akhir 2019, ia juga didapuk sebagai CEO Alphabet setelah dua pendiri perusahaan Larry Page dan Sergey Brin memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

Mengutip BBC, Senin (27/9/2021), kisah Sundar Pichai menjadi orang nomor satu di induk usaha Google memang sangat luar biasa. Sundar Pichai jadi orang India pertama yang memimpin perusahaan teknologi yang paling berpengaruh di dunia.

Ia lahir dan bersekolah di Chennai, India. Sundar Pichai berasal dari keluarga miskin. Keluarganya tinggal di apartemen dua kamar di mana ia tidak memiliki kamar dan tidur di lantai ruang tamu bersama temannya. Bahkan keluarga tidak memiliki mobil dan televisi dan baru memiliki telepon ketika ia berusia 12 tahun.

Adalah ayahnya, Regunatha Pichai yang merangsang rasa ingin tahu Sundar Pichai akan perkembangan teknologi. Ayahnya merupakan salah satu karyawan di perusahaan konglomerat Inggris General Electric Company.

"Saya biasa pulang ke rumah dan banyak berbicara dengannya tentang hari-hari selama bekerja dan tantangan yang saya hadapi," ujar Regunatha Pichai kepada Bloomberg.

Namun Sundar Pichai merupakan anak yang cerdas. ia berhasil masuk Institut Teknologi India di Kharagpur jurusan teknik metalurgi. Salah satu tutornya mengingat Sundar Pichai sebagai salah satu anak yang paling cerdas.

Setelah lulus dari IIT Kharagpur, Pichai ditawari beasiswa ke Stanford University. Tiket pesawat ke Amerika harganya lebih mahal dari gaji tahunan ayahnya.

Pada 2004, ia bergabung dengan Google. Setelahnya karirnya melejit bak roket. Ia dipercayai mengawasi berbagai produk Google. Produk-produk yang berada di bawah pengawasannya termasuk browser web Google, Chrome, serta sistem operasi mobile Android.

Mengenal Sunder Pichai, Anak Miskin India yang Pimpin Google


Terdapat sejumlah tanda-tanda yang mungkin mengarah kontak WhatsApp kamu sudah diblokir oleh orang lain. Apa saja?

Sebelumnya, semua pengguna memiliki kemampuan untuk memblokir kontak siapapun di platform tersebut. Pengguna hanya perlu menekan nama akun WhatsApp yang ingin diblokir. Lalu terdapat pilihan 'block' di bagian bawah untuk memblokir akun seseorang.

Sementara itu WhatsApp membagikan sejumlah ciri-ciri jika akun WhatsApp diblokir orang lain. Salah satunya, pengguna tidak bisa melihat last seen pada kontak tersebut atau tanda online.

Selain itu juga pengguna juga tidak bisa melihat orang tersebut memperbarui profil fotonya. Tanda berikutnya adalah saat pesan terkirim hanya ada satu centang saja.

Tanda tersebut berbeda dari biasanya, karena jika mengirimkan pesan di WhatsApp maka akan memperlihatkan simbol dua centang.

Berikutnya jika kamu diblokir seseorang, maka kamu tidak akan pernah bisa melakukan panggilan ke pengguna itu.

Ciri-ciri di atas memang jadi pertanda kontak kamu diblokir pengguna lain di WhatsApp. Namun sebagai catatan, perusahaan menuliskan nya ambigu untuk perlindungan privasi.

"Kami sengaja membuat ini ambigu untuk melindungi privasi Anda saat Anda memblokir seseorang. Dengan demikian kami tidak bisa memberitahu Anda jika Anda diblokir oleh orang lain," kata WhatsApp seperti dikutip dari situs resminya, Jumat (24/9/2021)

Temukan Tanda Ini, Itu Artinya WhatsApp Kamu Diblokir


Jumlah pinjaman online (pinjol) resmi terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali berkurang. Sampai 8 September 2021, jumlah pinjol resmi tinggal 107 penyelenggara. Angka ini berkurang 7 usaha dari pengumuman 25 Agustus 2021.

OJK mencatat saat ini ada 85 pinjol berizin dari OJK dan 22 pinjol terdaftar. Selain itu ada 7 pinjol yang tanda bukti terdaftarnya dibatalkan. Alasannya, ketidakmampuan penyelenggara meneruskan kegiatan operasional.

Berikut daftarnya 7 pinjol yang dibatalkan tanda terdaftar di OJK:
  • PT Berkah Finteck Syariah (Fintek Syariah
  • PT Pundiku Mitra Sejahtera (Pundiku)
  • PT Serba Digital Teknologi (PINJAMINDO)
  • PT Solusi Bijak Indonesia (Saku Ceria)
  • PT Prima Fintech Indonesia (TEMAN PRIMA)
  • PT Oke Ptop Indonesia (OK!P2P)
  • PT BBX Digital Teknologi (BBX Fintech)
"OJK mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK. Hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang diterima," ungkap OJK dalam keterangan tertulis, Jumat (23/9/2021).

Berikut daftar 107 fintech lending terdaftar dan berizin OJK, status per 8 September 2021:

1. Danamas

2. Investree

3. Amartha

4. Dompet Kilat

5. Kimo

6. TOKO MODAL

7. UANG TEMAN

8. Modalku

9. KTA KILAT

10. Kredit Pintar

11. Maucash

12. Finmas

13. KlikACC

14. Akseleran

15. Ammana.id

16. PinjamanGo

17. KoinP2P

18. Pohondana

19. Mekar

20. AdaKami

21. ESTA CAPITAL FINTEK

22. KREDITPRO

23. FINTAG

24. RUPIAH CEPAT

25. CROWDO

26. Indodana

27. JULO

28. Pinjamwinwin

29. DanaRupiah

30. Taralite

31. Pinjam Modal

32. ALAMI

33. Awan Tunai

34. Dana Kini

35. Singa

36. DANA MERDEKA

37. EASYTCASH

38. PINJAM YUK

39. FinPlus

40. UangMe

41. PinjamDuit

42. DANA SYARIAH

43. BATUMBU

44. Cashcepat

45. KlikUMKM

46. Pinjam Gampang

47. Cicil

48. lumbungdana

49. 360 KREDI

50. Dhanapala

51. Kredinesia

52. Pintek

53. ModalRakyat

54. SOLUSIKU

55. Cairin

56. TrustIQ

57. KLIK KAMI

58. Duha Syariah

59. Invoila

60. Sandes One Stop Solution

61. Dana Bagus

62. KREDITO

63. Modal Nasional

64. Komunal

65. Restock.id

66. UKU

67. AdaPundi

68. ShopeePayLater

69. TaniFund

70. Ringan

71. Avantee

72. Gradana

73. Danacita

74. IKI Modal

75. Indofund.id

76. iGrow

77. Dana.id

78. TunaiKita

79. Cashwagon

80. Findaya

81. AKTIVAKU

82. KrediFazz

83. CROWDE

84. danaIN

85. danabijak

86. KawanCicil

87. KREDIT CEPAT

88. samakita

89. vestia

90. Asetku

91. danafix

92. LAHANSIKAM

93. gandengtangan

94. JEMBATANEMAS

95. qazwa

96. edufund

97. FinanKu

98. UATAS

99. dumi

100. DoeKu

101. BANTUSAKU

102. KlikCair

103. AdaModal

104. ETHIS

105. KAPITALBOOST

106. PAPITUPI Syariah

107. Samir.


Simak! Ini 107 Pinjol Resmi OJK, yang Lain Bodong



Mencari hiburan kini lebih banyak dilakukan dengan menggunakan handphone (HP). Salah satu yang sering dilakukan adalah mengakses youtube.

Buat kalian yang kerap akses youtube menggunakan HP mungkin perlu cek OS ponselmu sekarang apakah masih terbilang baru atau sudah jadul.

Sebab mulai minggu depan, sistem operasi lama tidak bisa lagi akses platform itu. Hal ini terjadi karena Google baru saja memperbarui syarat perangkat untuk mendukung layanannya.

Ponsel dengan Android 2.3.7 (Gingerbread) ke bawah tidak bisa lagi mengakses Youtube per 27 September 2021 nanti. Akan tetapi tidak hanya youtube, ada sederet layanan Google yang tidak bisa diakses per minggu depan.

Di antaranya Gmail, Maps, hingga akun Google. Melansir dari laman Support, Google menyebut kebijakan baru ini bertujuan untuk melindungi keamanan akun penggunanya. Android lama ada kemungkinan memiliki kerentanan yang belum ditambal dan bila ini terjadi maka bisa membahayakan akun pengguna.

Saat pengguna dengan OS lama ingin masuk ke layanan Google minggu depan, maka akan ada kesalahan nama dan password, dikutip laman Support, dikutip Senin (20/9/2021).

"Jika masuk perangkat setelah 27 September, Anda mungkin mendapatkan kesalahan nama pengguna atau password saat mencoba menggunakan produk dan layanan Google seperti Gmail, Youtube dan Maps," tulis Google.

Kemudian bagi pemilik Android lama yang tetap ingin mengakses layanan Google minggu depan, perusahaan mendorong untuk bisa melakukan pembaruan sistem operasi (OS).

"Jika perangkat Anda memiliki kemampuan untuk memperbarui ke versi Android lebih baru (3.0+), kami menyarankan Anda untuk melakukannya," kata Google.

Sebagai informasi, Android 2.3.7 sudah berusia hampir 10 tahun. Google sepertinya ingin memutus akses perangkat Android lama dalam kebijakan tersebut.

Memutus akses produk dan layanannya pada OS lama bukanlah kebijakan yang pertama kali. Karena sebelumnya, raksasa teknologi itu juga mengumumkan Android 4.3 Jelly Bean atau lebih lama tidak bisa mengakses Google Play, dikutip Slash Gear. Adanya kebijakan ini maka berdampak pada aplikasi di dalam perangkat tersebut.

3 Hari Lagi, Ponsel Android Ini Tak Bisa YouTube-an


WhatsApp memberikan privasi kepada penggunanya saat memblokir seseorang, sehingga tidak langsung diketahui jika anda melakukan pemblokiran. Namun demikian ada tanda-tanda yang mengindikasikan jika anda di blokir.

Berikut tanda-tanda mungkin whatsapp anda diblokir:

1. Anda tidak akan bisa melihat 'last seen' pada kontak orang tersebut atau tanpa online dan tidak bisa melihat jika pengguna memperbarui profil foto.

2. Kemudian jika anda mengirim pesan ke orang tersebut maka pesannya hanya akan centang satu saja. Berbeda kondisi jika anda WhatsApp ke nomor yang tidak memblokir, maka akan muncul centang dua sebagai simbol pesan anda terkirim.

3. Tanda lainnya jika anda diblokir adalah tidak akan pernah bisa melakukan panggilan apapun pada kontak tersebut.

WhatsApp menyebut ciri di atas memang untuk memblokir WhatsApp. Perusahaan membuatnya ambigu karena ada alasan lain lagi, sebab untuk perlindungan privasi.

"Kami sengaja membuat ini ambigu untuk melindungi privasi Anda saat Anda memblokir seseorang. Dengan demikian kami tidak bisa memberitahu Anda jika Anda diblokir oleh orang lain," kata WhatsApp seperti dikutip dari situs resminya, Kamis (23/9/2021).

WhatsApp memberikan penggunanya kemampuan untuk menambahkan dan menghapus akun pengguna lain. Termasuk untuk memblokir kontak jika menolak berkomunikasi.

Caranya pun mudah hanya dengan menekan nama akun WhatsApp yang ingin diblokir lalu akan ada pilihan 'block' di bagian bawah untuk memblokir akun seseorang.

Curiga WhatsApp Diblokir, Cek Tanda-tanda Ini


WhatsApp bakal tak bisa dipakai oleh beberapa jenis handphone (hp) Android dan iPhone. Mengutip News18, setidaknya ini akan berlaku mulai 1 November 2021 ini.

"Perangkat tersebut tidak akan lagi mendukung aplikasi WhatsApp dan tidak akan lagi kompatibel mulai 1 November," tulis media tersebut memuat keterangan dari WhatsApp, dikutip Minggu (26/9/2021).

"Secara umum, ini terkait ponsel Android 4.0.3 atau lebih rendah dan Apple iPhone iOS 9 atau yang lebih lama."

Secara rinci, berikut smartphone yang tak akan bisa lagi menggunakan WhatsApp:
  1. Samsung: Samsung Galaxy Trend Lite, Galaxy Trend II, Galaxy SII, Galaxy S3 mini, Galaxy Xcover 2, Galaxy Core, dan Galaxy Ace
  2. LG:LG Lucid 2, LG Optimus F7, LG Optimus F5, Optimus L3 II Dual, Optimus F5, Optimus L5, Optimus L5 II, Optimus L5 Dual, Optimus L3 II, Optimus L7, Optimus L7 II Dual, Optimus L7 II, Optimus F6, Enact , Optimus L4 II Dual, Optimus F3, Optimus L4 II, Optimus L2 II, Optimus Nitro HD dan 4X HD, dan Optimus F3Q
  3. ZTE:ZTE Grand S Flex, ZTE V956, Grand X Quad V987, dan ZTE Grand Memo
  4. Ascend: Ascend G740, Ascend Mate, Ascend D Quad XL, Ascend D1 Quad XL, Ascend P1 S, dan Ascend D2
  5. Sony: Sony Xperia Miro, Sony Xperia Neo L, dan Xperia Arc S
  6. Alcatel: One Touch Evo
  7. HTC: HTC Desire 5009
  8. Lenovo: Lenovo A:820
  9. Apple iPhone: iPhone SE, iPhone 6S, iPhone 6S Plus

Siap-siap, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Android & iPhone Ini


Bagi Anda yang memiliki ponsel dengan Android 2.3.7 (Gingerbread) harus bersiap. Pasalnya, ponsel tersebut bakal tak bisa lagi mengakses YouTube mulai 27 September.

Bukan hanya YouTube, sederet layanan Google juga tak akan bisa diakses. Di antaranya Gmail, Maps, hingga akun Google.

Melansir dari laman Support, Google menyebut kebijakan baru ini bertujuan untuk melindungi keamanan akun penggunanya. Android lama disebut sangat rentan dan membahayakan akun pengguna.

"Jika masuk perangkat setelah 27 September, Anda mungkin mendapatkan kesalahan nama pengguna atau password saat mencoba menggunakan produk dan layanan Google seperti Gmail, Youtube dan Maps," tulis Google.

Karenanya, pengguna Android lama yang ingin mengakses layanan Google diminta segera melakukan pembaruan sistem operasi (OS). Mereka harus meng-update-nya ke Android 3.0+..

Sebagai informasi, Android 2.3.7 sudah berusia hampir 10 tahun. Google sepertinya ingin memutus akses perangkat Android lama dalam kebijakan tersebut.

Memutus akses produk dan layanannya pada OS lama bukanlah kebijakan yang pertama kali. Karena sebelumnya, raksasa teknologi itu juga mengumumkan Android 4.3 Jelly Bean atau lebih lama tidak bisa mengakses Google Play.

2 Hari Lagi! HP Android Ini Gak Bisa YouTube hingga Google


Instagram memiliki fitur Story yang bisa hilang 24 jam setelah diunggah. Para pengguna juga bisa memantau siapa saja yang telah melihat Stories mereka.

Namun ternyata kita bisa melihat Stories tanpa ketahuan orang yang mengunggah. Jadi kamu masih tetap bisa kepo tanpa khawatir ketahuan mereka.

Berikut caranya, dikutip laman BGR, Minggu (26/9/2021):


1. Lihat Story Berikutnya

Alih-alih langsung melihat Story akun yang tidak ingin ketahuan itu, kamu bisa menekan Story di baris berikutnya. Sekarang klik Story yang ingin dijeda.

Setelah sudah, kamu harus swipe ke kiri untuk menuju Story yang diinginkan. Ini harus dilakukan dengan perlahan. Setelah itu, kamu akan mencapai Story yang ingin dilihat tanpa ketahuan.

2. Airplane Mode

Mode pesawat atau airplane mode bisa jadi cara lain. Pertama buka lebih dulu aplikasi Instagram di ponsel, tunggu beberapa detik hingga Story dimuat.

Setelah itu aktifkan mode itu, kembali lagi ke aplikasi dan buka Story yang ingin ditonton. Dengan cara ini, orang yang mengunggah Story tidak tahu kamu melihat konten tersebut.

3. Lewat Web

Kamu juga bisa melihatnya tanpa ketahui melalui web. Namun perlu menginstal ekstensi Chrome 'Chrome IG Story' dan setelah selesai buka Instagram versi web.

Masukkan data akun dan setelah masuk maka sudah bisa melihat tanpa orang sadar kamu melihat Story di Instagramnya.

Selain itu juga bisa melalui website storysaver.net. Masukkan Id Instagram akun yang ingin dilihat Story-nya lalu klik ikon pencarian. Setelah muncul maka kamu bisa langsung melihatnya.

4. Aplikasi Pihak Ketiga

Aplikasi ini tersedia di App Store.Setelah diunduh, log in ke akun Instagram dan cari orang yang ingin kamu lihat Storynya.

Sementara untuk Android, dapat menggunakan aplikasi BlindStory. Pasang aplikasi itu di ponsel dan masuk ke akun Instagram kamu.

Setelah itu, akan ada opsi mencari berbagai profil. Cari akun yang ingin kamu lihat Story dan highlight-nya. Klik Story untuk melihatnya tanpa diketahui pemilik akun.

Nih Cara Kepo Story Instagram Orang Tanpa Ketahuan


Menjadi guru merupakan tugas yang mulia. Bekerja setiap hari demi mencerdaskan generasi penerus bangsa. Guru juga biasa disebut sebagai orangtua kedua, karena bertugas membimbing anak didiknya agar bisa menjadi orang yang baik dan sukses.

Oleh karena itu seorang guru harus memiliki rasa kepedulian dan kedekatan dengan murid-muridnya. Khususnya untuk guru sekolah dasar yang murid-muridnya masih berusia 6-12 tahun.

Berbicara mengenai guru SD, terdapat sebuah video menampilkan seorang guru muda yang sedang berinteraksi dengan murid muridnya. Dalam video tersebut guru cantik yang mengenakan kerudung warna ungu dan kaca mata itu nampak berdiri di depan kamera dan menawarkan untuk dipeluk, tak butuh waktu lama murid-muridnya langsung memberikan pelukan secara beramai-ramai.


Momen ini menunjukan keakraban dan kedekatan sosok seorang guru yang memiliki paras cantik dan manis dengan anak didiknya. Video yang diunggah oleh @viralkak ini sudah mendapatkan 2 ribu likes dan beragam komentar dari pengguna Instagram

"Maak mau balik sd lagi," tulis @yntkts_aja.

"Jadi pen balik ke SD lagi 😐," tulis @zidan.nsrh.


"Owalah koq bu guru lepas masker 😢" tulis @utin_tika19.

Video pelukan ibu guru cantik dengan murid-muridnya ini membuat gemas warganet. Beberapa warganet bahkan merasa iri dengan sang murid dan ingin kembali menjadi anak SD. Banyak yang menilai ibu guru tersebut sangat cocok menjadi guru SD karena akrab dengan anak-anak.


Di lain sisi ada warganet yang menyoroti ibu guru yang membuka masker saat berpelukan dengan muridnya. Hal ini dianggap sangat beresiko terjadinya penularan virus Covid-19. Selain itu dengan tersebarnya video tersebut dikhawatirkan dijadikan sebagai contoh buruk, orang lain ikut menyepelekan fungsi dari masker.

Ibu Guru Manis Peluk Muridnya Ini Bikin Warganet Ingin Jadi Murid SD Lagi


Telkom Group menyatakan gangguan layanan internet pada operator IndiHome pada akhir pekan lalu akibat kendala pada sistem kabel bawah laut Jasuka (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan) ruas Batam-Pontianak.

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, mengatakan gangguan layanan Telkomsel dan Indihome teridentifikasi berasal dari titik sekitar 1,5 kilometer lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter di bawah permukaan laut.

"TelkomGroup baik fixed maupun mobile broadband di beberapa wilayah Indonesia sudah berangsur pulih pasca terjadinya gangguan pada sistem komunikasi kabel laut JaSuKa (Jawa, Sumatera dan Kalimantan)," ujar Pujo lewat keterangan tertulis, Senin (20/9) kemarin.

Sistem laut Jasuka merupakan kabel bawah laut milik Telkom yang dibangun pada 2009 dan rampung pada 2011. Menurut data Submarine Cable Map, kabel laut itu membentang sepanjang 10.860 kilometer.

Kabel Jasuka memiliki 17 titik pendaratan atau landing point yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, serta Malaysia.

Titik tersebut berada di Bandar Lampung, Batam, Baturaja, Dumai, Jakarta, Jambi, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Rantau Parapat, Sibolga Tanjung Pakis, Tanjung Pandan, Teping Tinggi, dan Bandar Bukit Tinggi di Selangor, Malaysia.

Telkom mengklaim Jasuka salah satu jalur kabel laut terpanjang di dunia. Instalasi kabel itu terdiri empat kanal 40G yang memiliki kapasitas daya tampung hingga 16 kali lipat dari jalur konvensional.

Telkom membangun sistem kabel bawah laut jalur Jawa-Sumatera-Kalimantan sebagai upaya dari Indonesia Digital Network. Targetnya supaya 90 persen wilayah kota dan kabupaten di Indonesia terkoneksi jaringan pita lebar (broadband) pada 2015 silam.

Dalam membangun sistem kabel laut Jasuka, Telkom menggaet perusahaan Nokia Siemens Network untuk membangun teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM).

Teknologi itu disebut memiliki jaringan optikal hiT 7300 yang diketahui menghemat biaya pada jaringan serat optik.

Proyek itu dibagi menjadi enam kawasan pembangunan ring, yaitu Ring Sumatera, Ring Jawa, Ring Kalimantan, Ring Sulawesi dan Maluku Utara, Ring Bali dan Nusa Tenggara dan Ring Kepulauan Maluku dan Papua.

Mulanya kabel laut Jasuka hanya memiliki kapasitas sebesar 10 gigabit per detik, kemudian pada 2011 diperbarui menjadi 40 gigabit per detik (40G).

Mengenal Kabel Laut Jasuka Sumber Internet Indihome Down


Beberapa ahli dan praktisi keamanan siber memprediksi masih ada potensi besar terjadinya kebocoran data sensitif yang disimpan di berbagai lembaga negara atau kementerian.

Menurut CEO Digital Forensic Indonesia yang juga pakar keamanan siber, Ruby Alamsyah, berdasarkan jenis instansi dan kategori data yang pernah bocor ia menilai potensi itu masih ada.

"Melihat dari jenis instansi dan kategori data yang pernah bocor, maka potensi kebocoran lain kemungkinan besar masih ada," ujar Ruby kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Selasa (7/9).

Jika berkaca pada kasus-kasus sebelumnya, Ruby mengatakan pengamanan data-data pribadi masyarakat masih kurang optimal. Bahkan dia menilai saat ini kecenderungan kebocoran itu semakin tinggi baik segi kuantitas maupun kualitas data.

Senada dengan Ruby, pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, menilai kebocoran data penduduk kemungkinan besar bakal terjadi lagi jika kerentanan dalam hal perlindungan tidak direspons dengan baik oleh pemangku kepentingan. Terutama apabila terjadi kerentanan pada sumber daya manusia dan celah keamanan pada aplikasi.

Alfons menilai kerentanan itu tidak boleh luput dari pantauan secara rutin.

"Betul [potensi kebocoran data akan ada, namun celahnya ada pada sistem yang rentan dan tidak dilindungi dengan baik]," ujar Alfons kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks.

Namun demikian, Alfons menjelaskan kebocoran data penduduk memang harus disikapi dengan cermat, di mana kebijakan kredensial dan manajemen informasi harus menyesuaikan dengan asumsi data kependudukan telah bocor.

Alfons juga menyoroti sistem pada aplikasi yang menggunakan data pribadi kependudukan sebagai sumber kredensial untuk membuka informasi sekunder. Hal itu akan memicu kebocoran data sekunder yang mudah dibuka.

"Di sinilah pentingnya kredensial atau ID nasional yang bisa menerapkan TFA atau OTP sehingga informasi sekunder lain seperti sertifikat vaksin tidak mudah bocor atau diakses oleh pihak yang tidak berhak," ujarnya.

Pengamat Teknologi Informasi dan media sosial, Kun Arief Cahyantoro, menilai potensi kebocoran data sensitif tertinggi berada pada tingkat kementerian, lembaga ataupun badan milik pemerintah yang mengelola data pribadi.

"Sama seperti insiden-insiden kebocoran data yang lalu, kementerian, lembaga, badan, dan BUMN yang memiliki potensi tertinggi adalah kementerian, lembaga, badan dan BUMN yang mengelola data pribadi," ujar Kun kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks.

Lebih lanjut Kun menjelaskan potensi kebocoran data itu muncul karena sistem di lembaga pemerintahan sangat kurang memperhatikan ketahanan siber. Dia menilai pihak-pihak yang berwenang terkait keamanan siber saat ini masih belum menyentuh 'wilayah teknis' ancaman atau serangan siber.

Umumnya pihak tersebut masih sibuk mengurusi masalah tata kelola dan administrasi.

Akibatnya, kata Kun, pada saat terjadi insiden kebocoran siber bukan mencari solusi dan malah berkutat pada pencarian sisi salah benar atau valid tidaknya temuan kebocoran data tersebut.

Kun menilai saat ini belum ada lembaga atau organisasi yang memiliki kemampuan teknis untuk memonitoring keamanan siber setiap saat terhadap seluruh sistem TI milik pemerintah.

Dia menilai saat ini sistem keamanan siber di setiap lembaga maupun kementerian diserahkan kepada instansi masing-masing. Padahal seharusnya fokus instansi tersebut memiliki fungsi masing-masing, bukan untuk mengamankan sistem TI.

"Belum adanya organisasi atau lembaga yang memiliki kemampuan teknis untuk memonitoring keamanan siber setiap saat terhadap seluruh sistem IT milik pemerintahan," ujar Kun.

"Keamanan siber dari sistem IT di kementerian dan lembaga diserahkan kepada masing-masing [instansi] padahal fokus bisnis atau kerja dari masing-masing lembaga pemerintahan tersebut bukan di IT," sambung Kun.

Ahli Prediksi Data Pemerintah Masih Berpotensi Bocor


Aplikasi pesan daring WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan oleh hampir seluruh masyarakat di dunia. Banyaknya keunggulan dari aplikasi ini, seperti bisa berkirim dokumen, gambar, video dan lainnya membuat aplikasi ini digemari dan diandalkan banyak orang. 

Namun ternyata kini pengguna WhatsApp mesti waspada, terutama ketika munculnya WhatsApp modifikasi (WA Mod). Salah satu yang ramai beredar di internet adalah GB WhatsApp, yang dalam pemakaiannya aplikasi ini justru bisa membahayakan privasi data pengguna.

Melansir dari India TV News, dikutip Sabtu (4/9/2021), GB WhatsApp adalah versi modifikasi dari WhatsApp resmi yang telah dibuat oleh pengembang (developer) pihak ketiga yang ingin menambahkan beberapa fitur tambahan ke WhatsApp. Dengan demikian, aplikasi tidak memiliki koneksi ke WhatsApp Inc sama sekali.

GB WhatsApp memberikan pengalaman yang sama seperti WhatsApp resmi kepada penggunanya dengan fitur tambahan seperti dua akun dalam perangkat yang sama, menyembunyikan tanda telah dibaca, mengirim gambar beresolusi tinggi, fitur balasan pesan otomatis, lebih banyak karakter dalam pembaruan status, dan banyak lagi.

GB WhatsApp adalah aplikasi pihak ketiga tidak resmi, jadi tidak tersedia di Google Play Store, tetapi aplikasi tersebut dapat diunduh sebagai APK untuk pengguna. Ini berarti, pengguna harus mengunduh aplikasi dari situs web, yang mungkin tidak dapat diandalkan dan meng-install aplikasi terbukti berisiko.

Menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti GB WhatsApp dapat membuat akun WhatsApp asli Anda diblokir secara permanen. Selain itu, aplikasi ini juga dapat membahayakan data dan privasi pengguna karena berasal dari sumber yang tidak dapat dipercaya dan kemungkinan bisa saja disusupi virus dan malware.

"Aplikasi yang tidak didukung, seperti WhatsApp Plus, GB WhatsApp, atau aplikasi yang mengklaim dapat memindahkan obrolan WhatsApp antar ponsel, adalah versi WhatsApp modifikasi," jelas WhatsApp.

"Aplikasi tidak resmi ini dikembangkan oleh pihak ketiga dan melanggar Persyaratan Layanan kami. WhatsApp tidak mendukung aplikasi pihak ketiga ini karena kami tidak dapat memvalidasi praktik keamanannya," seperti dikutip FAQ WhatsApp.

Heboh GB WhatsApp, Fakta dan Bahaya yang Mengintai Ponselmu


Baru-baru ini, Telegram Messenger menjadi salah satu aplikasi paling banyak di-download versi Sensor Tower. Aplikasi buat Pavel Durov ini telah di-download 1 miliar kali. Apakah WhatsApp terancam?

Prestasi yang dicapai Telegram ternyata belum sanggup mengancam WhatsApp. Sensor Tower mencatat WhatsApp telah di-download ke lebih dari enam miliar perangkat.

Appotopia, perusahaan riset lainnya memperkirakan 500 juta penduduk Bumi menggunakan WhatsApp setiap hari, sementara Telegram hanya 36 juta orang saja, Bloomberg News melaporkan, seperti dikutip Senin (4/9/2021).

Pada Januari lalu, WhatsApp meluncurkan aturan privasi baru hal ini membuat banyak pengguna beralih ke pesaing seperti Telegram dan Signal. Bahkan Elon Musk di Twitter menyarankan penggunanya pindah ke Signal dampak dari pengumuman aturan baru WhatsApp.

Pada bulan yang sama Pavel Durov mengatakan terjadi peralihan yang semakin cepat dari WhatsApp ke Telegram. Presiden Brasil dan Turki merupakan salah satu pengguna baru Telegram. "Kita mungkin menyaksikan migrasi digital terbesar dalam sejarah manusia," ungkapnya waktu itu.

Nyatanya aturan privasi baru tidak cukup untuk benar-benar mengancam WhatsApp. Ini karena infrastruktur sosial yang telah diciptakan oleh miliaran orang selama lebih dari satu dekade.

Muncul Ajakan Pindah ke Telegram & Signal, WhatsApp Terancam?